PPL Mahasiswa TBIG IAIDA Blokagung di UPT Bahasa
Pelatihan DEPT dan DAPT Fak. Tarbiyah & Keguruan IAIDA
Pelatihan yang sedianya dilakukan di aula Al Haromain lantai 2 dan ruang pertemuan IAIDA berjalan kondusif. Program ini juga didampingi oleh Maya Badriatul Jumroh, M.Pd. sebagai koordinator bahasa Arab pada UPT Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) IAIDA, "Mahasiswa sangat antusias sekali dengan pelatihan ini, mengingat ini adalah pertama kali di kampus IAIDA" ucap orang yang akrab dipanggil bu Maya itu.
INTENSIF BAHASA KEMBALI AKTIF
Blokagung : Kegiatan pembelajaran intensif bahasa bahasa Arab dan bahasa Inggris Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung kembali dimulai seiring dengan masuknya perkuliahan semester ganjil (18/9). Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT Pusat Pengembangan Bahasa ini, merupakan program yang dijadikan syarat bisa mengikuti program KKN dengan dibuktikan dengan sertifikat kelulusan intensif bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Selain itu program ini juga menunjang kreativitas mahasiswa dalam meningkatkan skill bahasa asing.
Program yang dicetuskan pada tahun 2017 pada pembelajaran
ini akan membuka program TOELF dan TOAFL bagi mahasiswa jurusan bahasa yang
akan mengikuti program skripsi. Program ini akan dimulai bulan November
mendatang.
Program intensif bahasa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun
sebelumnya. Karena pada tahun ini kegiatan dilakukan di jam perkuliahan dengan
mengambil kelas yang kosong. Seperti
semester sebelumnya, program intensif dibagi menjadi 2 yakni program intensif
bahasa arab untuk fakultas FEBI dan FDKI yang langsung ditutori oleh Ust.
Arifin dan Ust. Faisal dari dalwa, ust. Ulul dan Ust. Yusuf , dan program
intensif bahasa inggris untuk fakultas FTK yang langsung ditutori oleh Mr.
Galuh, Ms. Hawa, Ms. Ayla.*(abd)
Hakikat Merdeka
Merdeka, yang telah digaungkan di mana mana hari ini mungkin akan mengusung kebahagiaan terhadap mayoritas manusia di bumi indonesia.
Tapi dengan
diriku,
Aku
termenung... Sudahkah aku merdeka?aku masih teringat betul bagaimana ibuku,
abahku memaksaku berangkat ke
pesantren yang sebenarnya tak aku impikan sama sekali...
Aku ingin
menikmati duniaku, bersama teman teman yang kini mungkin sedang asyik berjibaku
dengan deretan rumus rumus kimia, dan
itu menurutku mengasyikkan.
Aku tergugu,
Mengapa tega
mereka melemparkan aku ke dunia yang aku sendiri tak nyaman. Di sini semua
serba ada aturan, mematikan kreasi bahkan mengubur anganku menjadi kimiawan
sejati.
Ah, entahlah...
Kini sederet
kitab kitab besar yang menjadi santapan pagi, sian…
Salahkah jika
aku ingin mengabdikan diriku sebagai kimiawan? Cita cita yang terpatri sejak
aku mencintai deretan rumus asam dan basa.
Bahagiaku,
ketika memakai jas putih kebesaran dengan mikroskop di tangan.
Inginku memeluk
buku buku jabir ibnu hayyan, atau antoine lavoisier atau john dalton menjelang
lelap tapi nyatanya yang kudekap buku saku mungil alfiyah ibn malik yang
menghantuiku karena harus hafal, jika tidak maka aku tak naik kelas. Huh,
membosankan...
Aku termenung,
Tadi pagi aku
ketika ada jadwal pengajian pengasuh, ada satu wejangan yang sempat aku catat.
Bahwa, "Barang siapa yang allah menghendaki dirinya dengan kebaikan, maka
dia akan memandaikan dia dalam hal agama".
Tak dapat
kunafikan itu karena itu adalah hadits.
Tapi kembali
lagi dengan anganku. Apakah ini yang diingankan kedua orangtuaku?
Kemarin, ketika
ibu telfon, beliau bilang aku harus mencoba satu tahun saja di sini, setelah
itu terserah aku mau ke mana, aku tau kalimat itu ibu sampaikan hanya untuk
menghiburku.
Dulu,
Ketika aku
mengenyam jenjang Tsanawiyyah ibu juga berpesan yang sama. Di tahun pertama ibu
bilang, dicoba dulu satu tahun, tahun kedua bilang lagi, dicoba dulu satu
tahun. Hingga aku lulus dan terlempar di pesantren ini.
Pun abahku,
Yang menurutku
sama saja. Keras sekali didikannya. Hingga pernah beliau memberi aku pilihan,
sekolah tapi harus kerja sendiri, atau sekolah dan mondok abah ibu masih mau
biayai.
Mereka berdua
ini kompak sekali, menekan psikisku hanya demi ambisi. Tanpa mau mendengarkan
alasanku kenapa aku tak mau masuk pesantren.
Tapi sekarang,
2021 Allah
menjawab dengan indah...
Wabah ini,
Menyadarkanku.
Betapa pendidikan yang telah kulewati selama di pesantren sangat berarti.
Ya, aku
mengenal murabbi ruh ku semakin dekat tanpa daring, aku mencintai guru guruku
dengan hormat tanpa mengabaikan tugas tugasnya. Menyaksikan tatapan mata mereka
yang ikhlas mendamaikanku, menjawab setiap keluh kesahku dan ternyata ilmu
allah sangat luas.
Aku tak tau,
Apakah
teman-temanku di luar sana bisa mengendalikan masa nya, masa masa remaja nan
indah, ketika tak ada kegiatan sekolah.
Hanya daring
yang bisa dilakukan di rumah, lewat jejaring, bisa dilakukan tanpa harus
bertatap muka langsung.
Beberapa
temanku berbagi kabar mereka limbung, tak kuat dengan keadaan. Ada yang putus
sekolah, ada yang mengakhirinya dengan menikah, ya karena pergaulan yang tak
terbatas. Bahkan ada yang bunuh diri karena terjerat kasus narkotika.
Aku mulai
ngeri,
Pernah juga
kubaca kalam sayyidina ali bin abi thalib bahwa pendidikan anak usia baligh
hingga dewasa adalah pendidikan layaknya budak.
Budak yang
terkekang oleh tuannya, dibatasi dengan segala aturannya,
Kini aku tau,
Anak seusiaku
memang harus dibelenggu, dibelenggu dengan kemandirian dan pilihan hidup,
Kini aku tau,
Pesantren
adalah tempat tebaikku, mengasah asa di tempat mulia. Cita citaku memang tetap
menjadi kimiawan, tapi inginku menjadi pribadi yang baik dan tau hak hak hamba
pada Tuhan maupun sesama.
Ya rabb,
Terimakasih...
Kau anugerahkan
orangtua yang cintanya tak tebatas,
Kau karuniakan
kesempatan dan kesehatan hingga aku bisa berproses di pesantren.
Aku tau, inilah
hakikat merdeka bagiku,
Aku dapat hak
pendidikan, hak hidup tenang, hak kebahagiaan dan hak bergauk dengan
teman-teman tanpa takut terperangkap dalam tipu daya syetan.
By : Nurmaya Badriyatul Jamroh, M.Pd.*
Goes To Community 2020
Blokagung- Seperti diketahui bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa merupakan lembaga khusus yang menangani bidang kebahasaan di Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA). Bahasa yang dikembangkan adalah bahasa Inggris dan bahasa arab. Selain itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa IAIDA memiliki program pengabdian kepada masyarakat yang dinamakan UPT Bahasa goes to community . Selain itu, UPT Bahasa juga mempunyai tutor yang bertugas untuk menyampaikan materi kepada mahasiswa dan peserta kegiatan. Program tersebut dimaksudkan untuk meng-upgrade kemampuan tutor dalam mengajar dan memperluas jaringan UPT Bahasa diluar kampus. Kegiatan tersebut dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi Inggris dan sesi Arab. Pada pelaksanaannya, UPT Bahasa goes to community melibatkan peserta untuk mengenal dan mengaplikasikan bahasa Inggris atau bahasa Arab dalam satu hari penuh.
Sasaran pertama dari UPT Bahasa goes to community adalah anak-anak dan dewasa yang bernaung dalam sebuah komunitas, seperti sekolahan, karang taruna, dan organisasi. Peserta akan mendapatkan materi kebahasaan sesuai dengan level kebutuhan mereka terhadap bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada
Minggu, (20/12/2020) yang bertempat di Pondok Pesantren Darussalam kanak-kanak
Bayur, Barurejo, Siliragung, Banyuwangi. Acara dimulia dengan introductions (perkenalan)
yang dilanjutkan dengan pembagian kelas. Kegiatan tersebut disambut meriah oleh
santri-santri yang mondok dikarenakan dapat menambah wawasan kebahasaan mereka.
Kemudian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama pengasuh
KH. Ahmad Mubasyir Syafa'at, S.Pd.
Program goes to community juga merupakan wadah sosialisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa IAIDA. Dengan adanya program tersebut, diharapkan banyak komunitas-komunitas yang dapat dijamah secara langsung oleh UPT Bahasa IAIDA. (abd)
Sertijab Kepengurusan IAIDA Tamik 2021-2025
BANYUWANGI – Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung, Banyuwangi, lakukan restrukturisasi jabatan. Pergantian ini meliputi Wakil Rektor, Dekan, Direktur dan Ketua Unit Pelayanan Teknis (UPT) IAIDA Blokagung.
Restrukturisasi kampus di bawah
naungan Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro,
Kecamatan Tegalsari, ini bertujuan untuk penyegaran sekaligus memberi motivasi
dengan harapan bisa meningkatkan prestasi yang telah diraih.
Pergantian jabatan yang ditandai
dengan prosesi pelantikan oleh pengurus Yayasan tersebut dilaksanakan di Aula
Kampus IAIDA Blokagung, Sabtu kemarin (23/1/2021). H Ahmad Munib Syafaat, Lc, M
EI, tetap menjadi nahkoda dari lembaga perguruan tinggi IAIDA Banyuwangi, untuk
periode 2021 – 2024. Kepada seluruh
Civitas Akademika, dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang
selama ini ikut berjuang dalam pengembangan dan pengelolaan Perguruan Tinggi.
“Saya yakin semua tidak hanya
Tholabul Zah, tapi Tholabul Halal. Kita mencari kehalalan, apa yang bisa kita
persembahkan untuk Pondok Pesantren Darussalam ini, khususnya IAIDA, sehingga
ke depan harapan kita dengan adanya restruktur jabatan bisa menambah semangat,
mobilitas, dan motivasi kita,” katanya, Minggu (24/1/2021).
Untuk diketahui, pada tahun ajaran
2021 ini, IAIDA Blokagung Banyuwangi, berkonsentrasi untuk beralih status. Dari
Institut ke Universitas. Sekaligus akan membuka Program Studi (Prodi) baru,
baik Strata Satu (S1) maupun Pasca Sarjana (S2).
Prodi baru tersebut dipersiapkan
untuk mencetak lulusan yang memiliki keilmuan Islam serta unggul dalam
persaingan yang kompetitif.
Ketua Senat IAIDA Blokagung
Banyuwangi, Dr KH Abdul Kholiq Syafaat, Lc, M EI menambahkan, Prodi baru yang
akan dibuka untuk jenjang S1 diantaranya Matekatika dan MIPA. Sedang untuk
jenjang S2, diantaranya Jurusan Manajemen Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah.
Prodi baru tersebut kini tengah dalam tahap persiapan. Guna semakin melengkapi
saat kampus telah beralis status menjadi Universitas.
“Langkah-langkah kemajuan tersebut
juga untuk merespon lulusan dari unit sekolah yang ada di naungan Yayasan
Pondok Pesantren Darussalam, baik SMA Darussalam, SMK Darusaalam, dan Madrasah
Aliyah Al Amiriyyah,” katanya.
Dijelaskan, saat ini IAIDA Blokagung
Banyuwangi, sudah memiliki 3 Fakultas dan 8 Prodi. Yaitu Komunikasi dan
Penyiaran Islam, Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Islam (FDKI), Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidkan Bahasa Arab, Tadris Bahasa
Indonesia dan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyyah dan Keguruan.
Ada yang istimewa dari kampus IAIDA
Blokagung Banyuwangi. Mayoritas mahasiswa adalah kalangan santri. Dan mereka
berasal dari seluruh penjuru Nusantara.
Sekedar diketahui, pelantikan dalam
restrukturisasi pejabat dilingkungan IAIDA Blokagung Banyuwangi,
kali ini hanya dihadiri pengurus Yayasan Pondok Pesantren, Pimpinan Senat,
Pimpinan Rektorat, Dekan, Kaprodi dan para Dosen. Sebagai bentuk dukungan dan
sinergitas dengan pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19. (Sumber Berita)
Safari English Ramadhan 1442 H
Siliragung - Dalam kegiatan ini HMPS TBIG berkolaborasi dengan beberapa lembaga internal maupun eksternal kampus diantaranya, Unit Pelaksana Teknis Bahasa IAIDA, Unit Pelaksana Teknis Bina Qur’ani, PAC IPNU IPPNU Muncar, dan PAC Pagar Nusa Muncar.
Kegiatan ini merupakan bentuk PKM (pengabdian kepada masyarakat) yang bertujuan untuk syiar IAIDA, serta memberikan wadah untuk kegiatan yang bernuansakan kebahasa Inggrisan dan keislaman bagi dosen, mahasiswa, dan pelajar tingkat SLTA.
Dalam kegiatan ini mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan HMPS juga ikut mensyiarkan IAIDA dan prodi Tadris Bahasa Inggris kepada masyarakat Muncar.
Disamping itu, mahasiswa yang notabenenya juga merupakan seorang santri, bisa mengamalkan keilmuan yang mereka dapatkan dari pesantren dan kampus kepada masyarakat.
Safari Ramadhan dan English Camp ini dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 4-5 Mei 2021 di kantor MWC NU Muncar.
Pada hari pertama dilaksanakan khataman Al-Qur’an yang dibagi menjadi 5 halaqoh dan 5 khataman, yang bertempat di mushola dan Masjid sekitar kantor MWC NU Muncar.
Kegiatan khataman Al-Qur’an diawali dengan pembukaan dan pembacaan arwah oleh ketua UPT Bina Qur’ani, Bapak Moh. Mahmud, M.Pd. yang berfokus di halaqoh 1 di masjid Baiturrahman.
Dalam setiap halaqoh terdapat 5-6 qori’ dari IAIDA, IPNU IPPNU, dan Pagar Nusa Muncar dan secara serentak dari ke-lima halaqoh dibacakan do’a khotmil Qur’an pada pukul 14.00.
Pada sore harinya mulai pukul 16.00 sampai menjelang maghrib, dilanjutkan dengan shodaqoh bagi-bagi takjil, yang berkolaborasi dengan IPNU IPPNU dan Pagar Nusa Muncar dan ditutup dengan buka bersama di aula kantor MWC NU Muncar.
Di hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang dimulai pukul 07.00 WIB yang dibuka oleh perwakilan dari MWC NU Muncar.
Ada tiga materi yang disampaikan dalam seminar tersebut, materi pertama Speech, materi kedua Kesehatan Sistem Reproduksi, dan materi yang ketiga Creative Writing.
Seminar tersebut diikuti oleh 25 peserta baik putra maupun putri tingkat SLTA yang tergabung dalam IPNU IPPNU dan Pagar Nusa PAC Muncar.
Ketua Prodi Tadris Bahasa Inggris, Dr. Zulfi Zumala Dwi Adriani, MA juga berkesempatan mengisi materi Kesehatan Sistem Reproduksi dalam seminar tersebut.
Materi Speech, disampaikan oleh ketua Unit Pelaksana Teknis Bahasa, Dewi Khawa, M.Pd. dan materi Creative Writing disampaikan oleh St. Shofia Munawaroh, S.Pd. yang merupakan alumni IAIDA prodi TBIG yang sekarang bekerja sebagai jurnalis di Ringtimes Banyuwangi.com.
Serangkaian acara Safari Ramadhan dan English Camp yang diadakan HMPS TBIG, ditutup dengan buka bersama yang diikuti oleh seluruh peserta seminar, pemateri, seluruh panitia dan seluruh lembaga dibawah naungan MWC NU Muncar.(link berita)







